Sabtu, 13 Agustus 2016

Asam, Basa & Garam

DR
Asam
Asam itu asal ya dari bahasa latin, yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam menurut Arrhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut air. Kekuatan asam ditentukan oleh banyak-sedikitnya ion hidrogen yang dihasilkan. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya.
No    Nama asam        Terdapat dalam
1.   Asam asetat       : Larutan cuka 2.   Asam askorbat     : Jeruk,tomat,sayuran 3.   Asam sitrat       : Jeruk 4.   Asam tanat        : Teh 5.   Asam karbonat     : Minuman berkarbonasi 6.   Asam klorida      : Lambung 7.   Asam nitrat       : Pupuk,peledak (TNT) 8.   Asam laktat       : Susu yang difermentasikan 9.   Asam sulfat       : Baterai mobil,pupuk 10.  Asam benzoat      : bahan pengawet makanan
1. Sifat asam
Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
a.    Memiliki rasa asam/masam/kecut jika dikecap.
b.    Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
c.    Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
d.    Bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan karat pada logam.
e.    Jika diuji dengan kertas lakmus, mengakibatkan perubahan warna                   sebagai berikut.
        •    Lakmus biru -> berubah menjadi warna merah.
        •    Lakmus merah -> tetap berwarna merah.
f.     Menghantarkan arus listrik.
g.    Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.
Pengelompokan asam:
Berdasarkan kekuatannya, asam itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang ada dalam larutannya      (asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya).
b. Asam lemah, adalah asam yang sedikit menghasilkan ion yang ada dalam              larutannya (hanya terionisasi sebagian).
Asam juga berguna dalam kehidupan sehari-hari. contohnya    adalah sebagai berikut: a.    Proses dalam pembuatan pupuk b.    Proses dalam Pembuatan obat-obatan c.    Pembersih permukaan logam d.    Proses pembuatan Bahan peledak e.    Proses pembuatan Pengawet makanan
2. Sifat Basa

Basa  menurut Arrhenius ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah menghasilkan ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan, maka semakin kuat lah sifat basanya. Basa juga dapat menetralisasikan  asam (H+) dan menghasilkan air (H20).
Inilah Beberapa basa yang sudah dikenal oleh manusia yang dapat dilihat pada tabel berikut No    Nama asam               Terdapat dalam 1.    Aluminium hidroksida    =  Deodoran dan antasida 2.    Kalsium hidroksida      =  Mortar dan plester 3.    Magnesium hidroksida    =  Obat urus-urus dan antasida 4.    Natrium hidroksida      =  Bahan sabun
Karakteristik basa:
Suatu zat dapat dikatakan basa jika zat tersebut punya sifat sebagai berikut.
a.  Rasanya itu Pahit dan terasa licin pada kulit.
b.  Apabila dilarutkan dalam air zat tersebut akan akan menghasilkan ion OH”.
c.  Memiliki pH di atas 7 (pH > 7).
d.  Bersifat elektrolit.
e.  Jika diuji menggunakan kertas lakmus akan memberikan hasil sebagai               berikut.
         •    Lakmus merah -> berubah warnanya menjadi biru.
         •    Lakmus biru -> tetap berwarna biru
f.  Menetralkan sifat asam.
Pengelompokan basa:
Berdasarkan kemampuan melepaskan ion OH”, basa dapat terbagi menjadi 2 yaitu :
a.  Basa kuat, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah yang besar.     Basa kuat  biasanya disebut dengan istilah kausatik.
    Contohnya: Natrium hidroksida, Kalium hidroksida, dan Kalsium hidroksida.
b.  Basa lemah, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH” dalam jumlah kecil         Contohnya: ammonia.
Penggunaan basa dalam suatu kehidupan sehari-hari a.  Bahan dalam pembuatan semen. b.  Pembuatan deterjen/sabun. c.  Baking soda dalam pembuatan kue.
3. Garam

Garam ialah zat senyawa yang telah disusun oleh ion positif (anion) basa dan ion negatif (kation) asam. Jika asam dan basa tepat habis bereaksi maka reaksinya disebut reaksi penetralan (reaksi netralisasi).
Beberapa contoh garam yang dikenal orang sebagai berikut. NO    Nama garam         Rumus        Nama dagang        manfaat
1.    Natrium klorida    NaCI       =   Garam dapur    Penamabah rasa makanan 2.    Natrium bikarbonat NaHCO3     =   baking soda    Pengembang kue 3.    Kalsium karbonat   CaCO3      =   kalsit         Cat tembok dan bahan karet 4.    Kalsium nitrat     KNO3       =  Saltpeter       Pupuk dan bahan peledak 5.    Kalsium karbonat   K2CO3      =  Potash          Sabun dan kaca 6.    Natrium posfat     Na3PO4     =  TSP             Deterjen 7.    Amonium klorida    NH4CI      =  Salmiak         Baterai kering
Berikut ini ragam indikator:

1.  Indikator alami (terbuat dari zat warna alami tumbuhah)
    Indikator alami hanya bisa menunjukkan apakah zat tersebut bersifat asam atau     basa, tetapi tidak dapat menunjukan nilai pH-nya.
    Contohnya:    -  Ekstrak bunga mawar.
                  -  Ekstrak kembang sepatu.
                  -  Ekstrak kunyit.
                  -  Ekstrak temulawak.
                  -  Ekstrak wortel.
                  -  Ekstrak kol (kubis) merah.
                  -  Tanaman Hydrangea
2. Indikator sintetis yang umum ini digunakan di laboratorium adalah:
    a.  Kertas lakmus. Indikator lakmus tidak dapat menunjukkan nilai pH, tetapi         hanya mengidentifikasi  apakah suatu zat bersifat basa atau asam.
        Jika lakmus berwarna merah berarti zat bersifat asam dan jika lakmus             berwarna biru berarti lakmus bersifat basa.
    b.  Indikator sintesis, yang memiliki kisaran nilai pH adalah:
            Nama indikator        trayek pH      Perubahan warna
          1. fenolftalein (pp)    8,3-10         tak berwarna-merah muda
          2. Metil orange(Mo)     3,2-4,4        Merah-kuning
          3. Metil merah (Mm)     4,8-6,0        Merah-kuning
          4. Bromtimol biru (Bb)  6,0-7,6        Kuning-biru
          5. Metil biru (Mb)      10,6-13,4      Biru-ungu
3. Indikator universal, yakni indikator yang punya warna standar yang berbeda        untuk setiap nilai pH 1 – 14.
   Fungsi indikator universal adalah untuk memeriksa derajat keasaman (pH) suatu    zat secara akurat. Mat yang termasuk indikator universal adalah pH meter yang    menghasilkan data pembacaan indikator secara digital.
Karakteristik dari garam:
1.  Memiliki titik lebur yang tinggi.
2.  Merupakan senyawa ionik dengan ikatan kuat.
3.  Dalam bentuk leburan atau larutan dapat menghantarkan listrik.
4.  Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral. Sifat ini tergantung       dari jenis asam/basa kuat pembentuknya.
Secara umum, proses pembentukan garam dirumuskan sebagai berikut. Asam + Basa -> Garam + Air
Contoh: 2Cu (s)    + 2HCI                   2CuCI         H2
(logam tembaga) + (asam klorida encer) -> tembaga klorida + (gas hidrogen)
Reaksi kimia lain yang dapat menghasilkan garam adalah: 1.Asam    + Basa                 menghasilkan garam + air 2.Basa    + Oksida asam          menghasilkan garam + air 3.Asam    + Oksida basa          menghasilkan garam + air 4.Oksida asam    + Oksida basa   Menghasilkan garam 5.Logam   + Asam                 menghasilkan garam menghasilkan garam + H2
Indikator, Skala Keasaman dan Kebasaan:
Indikator adalah senyawa kompleks yang bisa bereaksi dengan asam dan basa. Indikator digunakan untuk mengidentifikasi apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Selain itu, indikator juga digunakan untuk mengetahui titik tingkat kekuatan asam atau basa. Skala keasaman dan kebasaan ditunjukkan oleh besar-kecilnya nilai pH yang skalanya dari 0 sampai dengan 14. Semakin kecil nilai pH maka senyawa tersebut semakin asam. Sebaliknya, semakin besar nilai pH maka senyawa tersebut semakin bersifat basa.
Indikator dapat terbuat dari zat warna alami tanaman atau dibuat secara sintetis di laboratorium. Syarat dapat atau tidaknya suatu zat dijadikan indikator asam-basa adalah bisa terjadi perubahan warna apabila suatu indikator diteteskan pada larutan asam atau basa
SUMBER 2:

Peta Konsep Asam Basa Garam
Peta Konsep Asam Basa Garam

A. Sifat-Sifat Asam, Basa, dan Garam
Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu.
Seperti halnya dengan sabun, basa bersifat kaustik (licin), selain itu basa juga bersifat alkali (bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian). Rasa pahit merupakan salah satu sifat zat yang bersifat basa.
Kita dapat mengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena cara tersebut bukan merupakan cara yang aman. Untuk mengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman dapat dengan menggunakan indikator. Indikator yaitu suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan menimbulkan perubahan warna.
1. Asam
Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan  melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif.
Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2).
Tabel beberapa contoh asam
Tabel Asam Kehidupan Sehari-hari
Tabel Asam Kehidupan Sehari-hari
Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganikAsam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia.
Buah yang bersifat Asam
Buah yang bersifat Asam
2.Basa
Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa.
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH.
Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.
Tabel beberapa contoh Basa
Tabel Basa Kehidupan Sehari-hari
Tabel Basa Kehidupan Sehari-hari
Perbedaan Sifat Asam dan Basa
Perbedaan Sifat Asam Basa
Perbedaan Sifat Asam Basa
3. Garam
Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang meningkat. Untuk menetralkan asam lambung (HCl) digunakan antacid. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCl).
Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk molekul air.
H+ (aq) + OH- (aq) —> H2O (ℓ)
Asam       Basa               Air
Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan.
Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk ini mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu endapan. Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena membentuk senyawa garam. Mari kita simak contoh reaksi pembentukan garam berikut!
Asam + Basa —> Garam + Air
Asam klorida + Natrium hidroksida —> Natrium klorida + air
HCl (aq) + Na OH (aq) —> Na Cl (aq) + H2O (ℓ)
Asam             Basa                 Garam             Air
Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya.
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4 Cl. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa. Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, NaOH, Ca(OH)2 termasuk basa kuat.
Tabel beberapa contoh garam
Tabel Garam Kehidupan Sehari-hari
Tabel Garam Kehidupan Sehari-hari
4. Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit
Ketika seseorang mencari ikan dengan  menggunakan ”setrum” atau aliran listrik yang berasal dari aki,  apa yang terjadi setelah beberapa saat ujung alat yang telah dialiri arus listrik itu dicelupkan ke dalam air sungai? Ternyata ikan yang berada di sekitar ujung alat itu terkena aliran listrik dan pingsan atau mati.
Apakah air dapat menghantarkan listrik?
Sebenarnya air murni adalah penghantar listrik yang buruk. Akan  tetapi bila dilarutkan asam, basa, atau garam ke dalam air maka larutan ini dapat menghantarkan arus listrik. Zat-zat yang larut dalam air dan dapat membentuk suatu larutan yang menghantarkan arus listrik dinamakan larutan elektrolit. Contohnya adalah larutan garam dapur dan larutan asam klorida. Zat yang tidak menghantarkan arus listrik dinamakan larutan nonelektrolit. Contohnya adalah larutan gula dan larutan urea.
Untuk mengetahui suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik atau tidak, dapat diuji dengan alat penguji elektrolit. Alat penguji elektrolit sederhana terdiri dari dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik searah dan dilengkapi dengan lampu, serta bejana yang berisi larutan yang akan diuji. Mari kita lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui apakah asam, basa, dan garam dapat menghantarkan arus listrik.

B. Identifikasi Asam, Basa, dan Garam
Banyak sekali larutan di sekitar kita, baik yang bersifat asam, basa, maupun netral. Cara menentukan sifat asam dan basa larutan secara tepat yaitu menggunakan indikator. Indikator yang dapat digunakan adalah indikator asam basa. Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan garam. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan larutan indikator atau indikator alami.
Berikut adalah beberapa cara menguji sifat larutan.
1. Identifikasi dengan Kertas Lakmus
Warna kertas lakmus dalam larutan asam, larutan basa dan larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru. b. Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru. c. Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna.
Identifikasi Kertas Lakmus
Identifikasi Kertas Lakmus
2. Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami
Cara lain untuk mengidentifikasi sifat asam atau basa suatu zat dapat menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan, seperti daun, mahkota bunga, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu dapat digunakan sebagai indikator asam basa.  Ekstrak atau sari dari bahan-bahan ini dapat menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa.
Indikator Alami
Indikator Alami
Sebagai contoh, ambillah kulit manggis, tumbuklah sampai halus dan campur dengan sedikit air. Warna kulit manggis adalah ungu (dalam keadaan netral). Jika ekstrak kulit manggis dibagi dua dan masing-masing diteteskan larutan asam dan basa, maka dalam larutan asam terjadi perubahan warna dari ungu menjadi cokelat kemerahan. Larutan basa yang diteteskan akan mengubah warna dari ungu menjadi biru kehitaman.
C. Penentuan Skala Keasaman dan Kebasaan
1. Kekuatan Asam dan Basa
Kekuatan suatu asam atau basa tergantung bagaimana senyawa tersebut dapat diuraikan menjadi ion-ion dalam air. Peristiwa terurainya suatu zat menjadi ion-ionnya dalam air disebut ionisasi. Asam atau basa yang terionisasi secara sempurna dalam larutan merupakan asam kuat atau basa kuat. Sebaliknya asam atau basa yang hanya terionisasi sebagian merupakan asam lemah atau basa lemah.
Jika ingin mengetahui kekuatan asam dan basa maka dapat dilakukan percobaan sederhana. Perhatikan nyala lampu saat mengadakan percobaan uji larutan elektrolit. Bila nyala lampu redup berarti larutan tergolong asam atau basa lemah, sebaliknya apabila nyala lampu terang berarti larutan tersebut tergolong asam atau basa kuat.
Uji Kekuatan Asam Basa
Uji Kekuatan Asam Basa
Asam kuat atau asam lemah pada konsentrasi yang sama menghantarkan listrik yang berbeda. Nyala lampu pada Gambar (a) tampak redup. Ini berarti larutan yang diuji berupa asam lemah atau basa lemah. Adapun pada Gambar (b) lampu menyala terang, menandakan bahwa larutan yang diuji berupa asam kuat atau basa kuat.
2. Derajat Keasaman dan Kebasaan (pH dan pOH)
Pada dasarnya derajat/tingkat keasaman suatu larutan (pH = potenz Hydrogen)) bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Semakin besar konsentrasi ion H+ semakin asam larutan tersebut.
Umumnya konsentrasi ion H+ pada larutan sangat kecil, maka untuk menyederhanakan penulisan digunakan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+. Nilai pH sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+ dan secara matematika dinyatakan dengan persamaan
pH = – log (H+)
Analog dengan pH, konsentrasi ion OH– juga dapat dinyatakan dengan cara yang sama, yaitu pOH (Potenz Hydroxide) dinyatakan dengan persamaan berikut.
pOH = – log (OH-)
Derajat keasaman suatu zat (pH) ditunjukkan dengan skala 0—14.
a. Larutan dengan pH < 7 bersifat asam.
b. Larutan dengan pH = 7 bersifat netral.
c. Larutan dengan pH > 7 bersifat basa.
Jumlah harga pH dan pOH = 14. Misalnya, suatu larutan memiliki pOH = 5, maka harga pH = 14 – 5 = 9. Harga pH untuk beberapa jenis zat yang dapat kita temukan di lingkungan sehari-hari dinyatakan dalam Tabel.
Tabel Harga pH untuk Beberapa Jenis Zat
Tabel pH
Tabel pH
3. Menentukan pH Suatu Larutan
Derajat keasaman (pH) suatu larutan dapat ditentukan menggunakan indikator universal, indikator stick, larutan indiaktor, dan pH meter.
a. Indikator Universal.
Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator yang berupa kertas dan larutan.
b. Indikator Kertas (Indikator Stick)
Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna. Penggunaannya sangat sederhana, sehelai indikator dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Kemudian dibandingkan dengan peta warna yang tersedia.
Indikator Universal
Indikator Universal
c. Larutan Indikator
Salah satu contoh indikator universal jenis larutan adalah  larutan metil jingga (Metil Orange = MO). Pada pH kurang dari 6 larutan ini berwarna jingga, sedangkan pada pH lebih dari 7 warnanya menjadi kuning.
Larutan Asam Basa
Larutan Asam Basa
Larutan Indikator
Larutan Indikator
Contoh indikator cair lainnya adalah indikator fenolftalin (Phenolphtalein = pp). pH di bawah 8, fenolftalin tidak berwarna, dan akan berwarna merah anggur apabila pH larutan di atas 10.
d. pH Meter
Pengujian sifat larutan asam basa dapat juga menggunakan pH meter. Penggunaan alat ini dengan cara dicelupkan pada larutan yang akan diuji, pada pH meter akan muncul angka skala yang menunjukkan pH larutan.
pH meter digital
pH meter digital
PH meter elektronik
PH meter elektronik
SUMBER 3

Ringkasan  Materi
A. Identifikasi Asam-Basa
Asam dan Basa dapat dikenali dengan menggunakan zat indikator, yaitu zat yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan lingkungan basa.
Contoh :
1. Kertas lakmus. Kertas lakmus akan berwarna merah dalam larutan asam dan berwarna biru dalam larutan basa.
2. Larutan Indikator. misalnya :   larutan fenolftalein (pp), Metil merah, Metil jingga, Brom timol biru
Keempat indikator tersebut memiliki warna sebagai berikut :
Indikator
Larutan asam
Larutan basa
Larutan netral
Fenolftalein
Tidak berwarna
Merah
Tidak berwarna
Metil merah
Merah
Kuning
Kuning
Metil jingga
Merah
Kuning
Kuning
Bromtimol biru
Kuning
Biru
Biru kekuningan
3. Indikator alami. misalnya :mahkota bunga mawar atau bunga sepatu Ekstrak kol merah (merah tua à asam kuat, kuning à basa kuat)

B. Tingkat keasaman (pH)
Derajat keasaman (pH) suatu larutan dapat ditentukan menggunakan indikator universal, indikator stick, larutan indiaktor, dan pH meter.
a. Indikator Universal
Indikator universal merupakan campuran dari bermacammacam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator yang berupa kertas dan larutan.
b. Indikator Kertas (Indikator Stick)
Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna. Penggunaannya sangat sederhana, sehelai indikator dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Kemudian dibandingkan dengan peta warna yang tersedia.
c. Larutan Indikator
Salah satu contoh indikator universal jenis larutan adalah larutan metil jingga (Metil Orange = MO). Pada pH kurang dari 6 larutan ini berwarna jingga, sedangkan pada pH lebih dari 7 warnanya menjadi kuning  Contoh indikator cair lainnya adalah indikator fenolftalin (Phenolphtalein = pp). pH di bawah 8, fenolftalin tidak berwarna, dan akan berwarna merah anggur apabila pH larutan di atas 10
d. pH Meter
Pengujian sifat larutan asam basa dapat juga menggunakan pH meter. Penggunaan alat ini dengan cara dicelupkan pada larutan yang akan diuji, pada pH meter akan muncul angka skala yang menunjukkan pH larutan.
C.  ASAM
Asam adalah zat elektrolik yang bila dilarutkan dalam akir akan membentuk larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Wujud senyawa asam :
  1. padat
  2. cair
  3. gas
sifat-sifat umum asam :
1. korosif, merusak bahan-bahan yang mengandung logam dan bahan-bahan yang terbuat dari marmer, semen
unsur logam + asam    gas hidrogen (H2)
marmer + asam    gas karbonsioksida (CO2)
2.  Rasanya asam
3.  Memerahkan kertas lakmus
Contoh asam dalam kehidupan sehari-hari
  1. Asam dalam makanan
Makanan yang mengandung asam : jeruk, lemon, nanas, anggur (mengandung asam sitrat dan asam askorbat (vit C)).
o   Cuka, saos tomat (asam cuka/asam asetat)
o  Minuman bersoda (coca-cola, pepsi, sprite mengandung asam karbonat) dengan reaksi CO2 + H2à H2CO3
  1. Asam dalam tubuh
Dinding lambung menghasilkan asam klorida. Getah lambung mempunyai pH antara 1- 2. Asam klorida dalam lambung ini berfungsi mematikan bakteri yang terdapat dalam makanan, menciptakan kondisi yang sesuai untuk memulai pencernaan protein.
  1. Hujan asam
o  Air hujan bersifat asam pH = 6, hal ini terjadi karena karbondioksida yang terdapat dalam udara sebagian larut dalam air hujan menghasilkan asam karbonat
o  Air hujan yang pH-nya kurang dari 5,6 disebut hujan asam. Ini terjadi karena udara tercemar oleh oksida-oksida yang bersifat asam khususnya oksida belerang (SO2 dan SO3) dan oksida Nitrogin (NO2). Oksida belerang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (batubara). Oksida nitrogin berasal dari asap kendaraan bermotor dan asam industri.
o   Kerugian hujan asam :
a. Merusak tumbuhan (hutan). Hujan asam dapat mengubah pH tanah sehingga kondisinya tidak sesuai bagi tumbuhan
b. Mengurangi kesuburan tanah. Air hujan yang asam dapat membilas unsur hara dalam tanah
c. Mematikan biota air. Hujan asam dapat mengubah pH air
d. Merusak bangunan, khusunya yang terbuat dari logam dan batu pualam (karbonat)
  1. Asam dalam tanah
o   di daerah berpasir /lahan gambut tanah bersifat asam
o   tanah liat biasanya bersifat sedikit asam
o  di daerah tanah kapur, tanah sedikit bersifat basa
o  tanah yang baik adalah sedikit asam, yaitu pH 6,5 hingga 7
o  tanah yang terlalu asam dapat diolahdengan menaburkan batu kapur (kalsium karbonat) atau kapur (kalsium hidroksida)
  1. Asam di laboratorium

D. BASA
Basa adalah senyawa yang dalam larutan rasanya adak pahit dan kalau terkena kulit terjadi sesuatu seperti lendir. Sifat ini sering kita alami kalau tangan kita terkena kapur pekat, sifat ini disebut sifat kaustik basa.
Beberapa sifat basa :
1.      Berasa pahit
2.      Mengubah lakmus merah menjadi biru
3.      Basa beraksi dengan lemak menjadi biru
4.      Basa menetralkan sifat asam
5.      Basa bersifat korosif
Basa dalam kehidupan sehari-hari
1. Soda api (natrium hidroksida, NaOh) berfungsi untuk melarutkan lemak dan minyak, sehingga dapat digunakan untuk membuka saluran bak cuci yang mampat. Soda api juga untuk membersihkan oven, dapat menghancurkan selulosa sehingga dapat membuka saluran toilet yang tertutup bahan kertas/tisue
2. Kalsium hidroksida atau kapur (Ca(OH)2) digunakan untuk kapur sirih dan sebagai bahan bangunan (misal, campuran adukan semen)
3.  Amonia (larutan NH3) digunakan dalam pembersih muka / kaca
4. Dalam industri kalsium hidroksida karena harganya murah digunakan untuk menetralkan tanah yang kelebihan asam, digunakan untuk membuat pemutih, seperti kaporit/kapur klor. Natrium hidroksidan digunakan dalam industri sabun, kertas dan rayon.

E. GARAM
Asam dan basa saling menetralkan oleh karena itu, reaksi asam denga basa disebut reaksi netralisasi
Contoh reaksi netralisasi dalam kehidupan sehari-hari :
1. Kelebihan asam lambung dinetralkan dengan obat antasida (Mylanta, promag)
2. Tanah pertanian yang terlalu asam (tanah gambut dinetralkan dengan kapur (Ca(OH)2) atau batu kapur (CaCO3))
3. Baking soda dapat menetralkan sengatan lebah yang bersidfat asam, sedangkan sengatan tawon yang bersifat basa dapat dinetralkan denga asam cuka.
Reaksi netralisasi menghasilkan senyawa yang disebut garam. Contoh :
- Garam dapur (NaCl) yang terbentuk dari reaksi antara natrium hidroksida dengan asam klorida.
-  MgSO4 (Magnesium sulfat)/garam Inggris à obat cuci perut
-  CaCO3 (Calsium Carbonat) à senyawa dalam batu kapur, pualam
-  Na2CO3 (calsium karbonat) à soda pencuci
-  Al2(SO4)3 (aluminium sulfat) à untuk menjernihkan air
-  NaC17H35COO (Natrium Stearat) à komponen utama sabun mandi



-Semoga Bermanfaat-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar